Wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW adalah surah Al-Alaq ayat 1-5. Ayat pertama berbunyi, "Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan." Mengapa bukan "Allah" yang digunakan, melainkan "Tuhanmu"? Hal ini menimbulkan pertanyaan. Bahkan, beberapa polemis yang menyerang Islam berpendapat bahwa nama seharusnya diperkenalkan pertama kali. Mereka mempertanyakan, jika kata "Allah" tidak disebutkan, dari mana Nabi Muhammad SAW tahu bahwa yang mengutus Jibril adalah Allah?
Jawabannya adalah untuk menghindari kebimbangan di hati Nabi Muhammad SAW
Konteks Masyarakat Arab Saat Itu
Untuk memahami hal ini, kita perlu melihat konteks masyarakat Arab saat itu. Menurut Prof. Muhammad Quraish Shihab [1], kaum musyrikin Mekah juga mengenal dan percaya kepada Allah. Namun, keyakinan mereka sangat berbeda dengan keyakinan Nabi Muhammad SAW (bahkan sebelum beliau diangkat sebagai nabi). Mereka meyakini bahwa:
- Allah memiliki sekutu, yaitu jin (QS. Ash-Shaffat [37]: 158).
- Allah memiliki anak-anak perempuan (QS. Al-Isra' [17]: 40).
- Mereka tidak bisa langsung berkomunikasi dengan Allah, sehingga berhala dijadikan perantara (QS. Az-Zumar [39]: 3).
Menghindari Kebimbangan Nabi Muhammad SAW
Oleh karena itu, digunakanlah kata "Tuhanmu". Kata ini merujuk kepada Tuhan yang selama ini dikenal dan diyakini oleh Nabi Muhammad SAW, Tuhan yang Maha Esa dan Maha Kuasa [1]. Dengan demikian, Nabi Muhammad SAW merasa yakin bahwa wahyu tersebut berasal dari Tuhan yang benar.
"Tuhanmu" adalah Sapaan yang Dekat
Kesimpulan
Semoga postingan ini bermanfaat! Wallahu a'lam bish-shawab (Dan Allah lebih mengetahui kebenaran yang sesungguhnya).
Referensi
- Shihab, M. Q. (2002). Tafsir Al-Mishbah: Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur'an (Vol. 15) (hlm. 394-395). Lentera Hati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar