Sabtu, 08 Maret 2025

Mengapa Nama "Allah" tidak Disebut dalam Wahyu Pertama Surah Al'-Alaq 1-5?

Wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW adalah surah Al-Alaq ayat 1-5. Ayat pertama berbunyi, "Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan." Mengapa bukan "Allah" yang digunakan, melainkan "Tuhanmu"? Hal ini menimbulkan pertanyaan. Bahkan, beberapa polemis yang menyerang Islam berpendapat bahwa nama seharusnya diperkenalkan pertama kali. Mereka mempertanyakan, jika kata "Allah" tidak disebutkan, dari mana Nabi Muhammad SAW tahu bahwa yang mengutus Jibril adalah Allah?

Jawabannya adalah untuk menghindari kebimbangan di hati Nabi Muhammad SAW


Konteks Masyarakat Arab Saat Itu

Untuk memahami hal ini, kita perlu melihat konteks masyarakat Arab saat itu. Menurut Prof. Muhammad Quraish Shihab [1], kaum musyrikin Mekah juga mengenal dan percaya kepada Allah. Namun, keyakinan mereka sangat berbeda dengan keyakinan Nabi Muhammad SAW (bahkan sebelum beliau diangkat sebagai nabi). Mereka meyakini bahwa:

  • Allah memiliki sekutu, yaitu jin (QS. Ash-Shaffat [37]: 158).
  • Allah memiliki anak-anak perempuan (QS. Al-Isra' [17]: 40).
  • Mereka tidak bisa langsung berkomunikasi dengan Allah, sehingga berhala dijadikan perantara (QS. Az-Zumar [39]: 3).

Menghindari Kebimbangan Nabi Muhammad SAW

Jika kata "Allah" langsung digunakan dalam wahyu pertama, Nabi Muhammad SAW mungkin akan bimbang. Beliau bisa saja bertanya-tanya, "Allah yang mana yang dimaksud? Apakah Allah yang selama ini aku kenal, atau Allah yang dipahami oleh kaum musyrikin?"

Oleh karena itu, digunakanlah kata "Tuhanmu". Kata ini merujuk kepada Tuhan yang selama ini dikenal dan diyakini oleh Nabi Muhammad SAW, Tuhan yang Maha Esa dan Maha Kuasa [1]. Dengan demikian, Nabi Muhammad SAW merasa yakin bahwa wahyu tersebut berasal dari Tuhan yang benar.

"Tuhanmu" adalah Sapaan yang Dekat


Selain itu, hemat saya, kata "Tuhanmu" juga merupakan sapaan yang lebih dekat dan personal. Hal ini menunjukkan bahwa Allah SWT sangat dekat dengan Nabi Muhammad SAW, dan ingin membimbingnya secara langsung.

Kesimpulan


Penggunaan kata "Tuhanmu" dalam wahyu pertama memiliki hikmah yang mendalam. Hal ini untuk menghindari kebimbangan Nabi Muhammad SAW, dan untuk menegaskan bahwa wahyu tersebut berasal dari Tuhan yang Maha Esa. Selain itu, sapaan "Tuhanmu" juga menunjukkan kedekatan Allah SWT dengan Nabi Muhammad SAW.

Semoga postingan ini bermanfaat! Wallahu a'lam bish-shawab (Dan Allah lebih mengetahui kebenaran yang sesungguhnya).


Referensi

  1. Shihab, M. Q. (2002). Tafsir Al-Mishbah: Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur'an (Vol. 15) (hlm. 394-395). Lentera Hati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar